"Ibrahim bukan karyawan Ritz-Carlton. Ibrahim merupakan karyawan dari perusahaan perangkai bunga yang disewa Ritz-Carlton," kata Direktur Humas Ritz-Carlton Els Ramadinta kepada detikcom, Rabu (22/7/2009). Els meluruskan informasi karena selama ini Ibrahim sering disebut-sebut sebagai karyawan Ritz-Carlton.
Menurut Els, perusahaan perangkai bunga yang menjadi tempat bekerja Ibrahim, memang sudah disewa oleh Ritz-Carlton sejak lama. "Perusahan perangkai bunga itu sudah kami sewa sejak Ritz diresmikan tahun 2005," jelas dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai kerusakan akibat bom dahsyat pada 17 Juli 2009 lalu, Els menegaskan kerusakan yang dialami Ritz-Carlton hanya di ruang restoran Erlangga. "Lobi dan kamar-kamar masih oke, tidak mengalami kerusakan. Hanya di Erlangga," ujar dia.
Dia berharap Ritz-Carlton bisa dibuka segera dan beroperasi secara normal. Pihaknya saat ini masih menunggu keputusan polisi. "Kalau memang polisi sudah selesai melakukan penyidikan, kami akan buka secepatnya," kata perempuan ramah ini.
Saat ditanya adakah karyawan Ritz-Carlton yang hilang hingga kini setelah ledakan terjadi, Els menegaskan, tidak ada karyawannya yang hilang. "Ada karyawan kita yang terluka, tapi setelah dirawat sebentar, sudah diizinkan pulang," tutur Els.
(asy/iy)











































