"Itu bisa terjadi di manapun. Indonesia tidak aman, Iran juga tidak aman, Iraq pun juga tidak aman, semua tempat tidak aman," ujar Lena, warga negara Jerman yang sedang berwisata di Jakarta saat ditemui detikcom di Jl Jaksa, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2009).
Lena bahkan mengaku dirinya akan kembali mengunjungi Jakarta jika memiliki kesempatan. Sementara Christophe, seorang warga negara Perancis yang juga teman Lena, mengaku dirinya tidak takut dengan kejadian tersebut.
"Kita tidak takut. Sehari setelah kejadian saya dan teman-teman berkeliling Jakarta, kita juga sempat mengunjungi lokasi kejadian," katanya.
Sementara itu, Heather, seorang warga negara Amerika Serikat yang berada di Jakarta untuk bertemu dengan beberapa koleganya mengatakan, peristiwa bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton memang sempat membuatnya sedikit khawatir. Tetapi, imbuh dia, peristiwa seperti itu hanya terjadi beberapa tahun sekali.
"Memang membuat saya sedikit takut. Tapi hal seperti itu bisa terjadi di mana saja," tuturnya.
Sedangkan salah seorang pelayan restoran di wilayah Jalan Jaksa, mengatakan, peristiwa ledakan bom telah berpengaruh terhadap animo wisatawan asing di Jakarta. Dikatakan dia, jumlah pengunjung di restorannya yang sebagian besar warga negara asing, pascaledakan menjadi berkurang jumlahnya.
"Sangat berpengaruh, jadi sepi. Pengunjung di sini sebagian besar bule, setelah peristiwa itu sekarang ini jumlahnya bisa dihitung dengan jari, padahal sebelumnya selalu ramai," ungkap dia.
(nvc/anw)











































