Bagaimana tanggapan Habib Abdurrahman Assegaf atas fakta tersebut? Habib mengaku menyebut nama Nur Said karena Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri (BHD) memberi inisial N. Dalam data teroris yang dimiliki Habib, N adalah Nur Said.
"Waktu itu saya hanya menyerahkan data, kemudian polisi yang buktikan, nama Nur Said muncul karena polisi menyebut N, dalam data Pamulang yang saya punya inisial N itu Nur Said ya saya serahkan ke polisi," jelas Abdurrahman yang juga Ketua Umum Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII) saat, dihubungi detikcom melalui telepon, Rabu (22/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengaku mendapat data yang disebutnya data Pamulang dan berisi nama-nama anggota jaringan Noordin M Top. Data itu didapatkan dari Biro Investigasi Gerakan Umat Islam Indonesia.
"Dokumen ini berisi data sejak 2007-2009 ada 10 nama di dalamnya ada nama-nama antara lain Tedi, Jaja, dan Arif ajudan Noordin. Mereka semua masih ada di sekitar Jawa," tutupnya.
(ndr/iy)











































