Ini berarti hingga kini sudah 44 orang yang meninggal di Thailand sejak wabah flu babi melanda negeri itu pada April lalu.
Demikian disampaikan Kementerian Kesehatan Publik Thailand seperti diberitakan kantor berita Reuters , Rabu (22/7/2009).
Lonjakan kematian tersebut memicu pemerintah Kamboja mengimbau warga negaranya untuk tidak bepergian ke Thailand.
"Kami menyerukan publik untuk menunda bepergian ke Thailand jika tidak perlu. Tapi jika memang harus pergi, publik harus mengambil langkah-langkah pencegahan dengan mengenakan masker dan lainnya," kata Ly Sovann, wakil direktur Departemen Pengendalian Penyakit Menular Kamboja.
Kementerian Kesehatan Thailand telah mengkonfirmasi bahwa jumlah kasus flu babi di negeri itu telah meningkat menjadi 6.776 kasus hingga Selasa, 21 Juli. Sebanyak 7 orang di antaranya saat ini dalam kondisi kritis.
Pekan lalu pemerintah metropolitan Bangkok menutup 435 sekolah negeri selama sepekan untuk menekan penyebaran flu babi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa sejauh ini jumlah kematian akibat flu babi di dunia telah mencapai lebih dari 700 orang. Dua pekan sebelumnya, jumlah kematian di dunia sebanyak 429 orang.
(ita/iy)











































