"Untuk kesehariannya Ibrahim tertutup, jarang bergaul dengan lingkungan sekitar. Tapi dia orang yang cukup santun," kata Ketua RT tempat lingkungan Ibrahim, TB Rudy saat ditemui di Jl Cililitan Kecil, Jakarta Timur, Rabu (22/7/2009).
Ibrahim telah meninggalkan rumah yang dia diami bersama orang tuanya dan kakaknya sejak 2006 lalu. Selepas orang tuanya meninggal, Ibrahim dan 2 kakaknya, tanpa alasan yang jelas pergi meninggalkan tempat itu.
"Pada 2007 dia sempat datang menemui saya dan meminta dibuatkan akte, sambil menawarkan produk kesehatan. Waktu itu sempat saya tanya tinggal di mana, dia bilang di sana-di sana," terang Rudy.
Ibrahim diketahui berperawakan tinggi sekitar 165 Cm, dan berkulit putih. Di dalam keluarga Ibrahim pun tidak pernah ada aktivitas keagamaan tertentu.
"Tidak ada pengajian dari komunitas tertentu. Mereka sekeluarga meninggalkan rumah ini tahun 2006, setelah orang tuanya meninggal. Mereka pergi tidak ada pemberitahuan," jelas Rudy.
Di rumah yang tampak kosong itu, terdapat sejumlah barang-barang peninggalan Ibrahim. Misalnya saja slip gaji dia saat kerja di Hotel Mulia dan kaos saat dia bekerja di Ritz-Carlton.
(ndr/iy)











































