Pidato SBY Ekstrim Karena Terlalu Sedih

Bom JW Marriot dan Ritz-Carlton

Pidato SBY Ekstrim Karena Terlalu Sedih

- detikNews
Rabu, 22 Jul 2009 12:43 WIB
Pidato SBY Ekstrim Karena Terlalu Sedih
Jakarta - Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pasca bom di Hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton mengundang banyak kritik. Statemen yang ekstrim dan mengaitkan bom dengan Pilpres 2009 itu muncul karena SBY terlalu sedih.

"Secara psikologis, komunikasi orang yang terlalu senang atau terlalu sedih bisa melakukan kesalahan.
Dalam konteks ini, Pak SBY pada saat pidato setelah pemboman, Pak SBY terlalu sedih," kata pengamat komunikasi politik Effendi Gazali.

Hal itu disampaikan Effendi dalam diskusi publik di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perasaan sedih SBY ini muncul karena bom meledak setelah Pilpres 2009 berlangsung dengan cukup aman. Kesedihan SBY juga terlihat dari gestur dan cara berbicara SBY saat berpidato.

"Ini bisa kita lihat dari gestur dan cara Pak SBY bicara yang agak terisak-isak," kata Effendi.

Dalam kondisi ini, menurut Effendi, SBY seharusnya didampingi tim yang memberikan kekuatan untuk menghadapi masalah terorisme.

"Seharusnya, dalam konteks satu dua minggu setelah peledakan, seharusnya semuanya bersatu di belakang Presiden," tandas pengamat asal Universitas Indonesia (UI) ini. (ken/iy)


Berita Terkait