"Saya sudah panggil operator telekomunikasi, PLN serta kontraktor dan
sebagainya untuk duduk satu meja untuk membahas bagaimana jika menggalinya bersamaan. Tapi selalu deadlock. Alasanya, anggaran masing-masing instansi turunnya berbeda-beda. Tak bisa sama dalam pekan yang sama," kata Walikota Jakarta Selatan, Syahrul Effendi, kepada detikcom di kantornya, Jalan Prapanca Raya, Jakarta, Rabu, (22/07/2009).
Kondisi itu diperparah karena kontraktor menguruk galian ala kadarnya usai menggali sehingga aspal menjadi turun serta bopeng jalanan di mana-mana.
"Biasanya, kita sudah aspal mulus. Besok digali untuk pipa. Kita aspal lagi eh besok lagi digali untuk kabel. Ditutup lagi. Besok digali lagi untuk jaringan lainnya. Wah, gimana lagi. Serba salah," ujarnya.
Pengamatan detikcom, jalan dan trotoar digali lagi untuk menanam kabel optik di Jalan Rasuna Said, Kuningan atau di depan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Padahal, belum lama jalan dan trotoar tersebut juga digali untuk kepentingan yang berbeda.
"Jalan jadi rusak. Jadi macet karena karung tanahnya kadang menyempitkan jalan. Belum lagi kalau menguruknya asal," kata Meta (28), warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
(asp/aan)











































