Demikian kata Presiden SBY dalam pidatonya puncak peringatan Isra' Mi'raj 1430 H. Acara berlangsung di Masjid Istiqal, Jakarta, Selasa (21/7/2009).
"Kita harus dapat bersatu kembali, menghapus jarak yang terjadi antar anak bangsa akibat dari kompetisi itu. Buktikan demokrasi kita makin matang dan penuh keteduhan," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teror itu merobek rasa aman damai yang kita bagun susah payah. Kita ingin kepolisian mengungkap kasus itu dan pelaku mendapat sanksi hukum yang seadil-adilnya," tegas SBY.
Hikmah Isra' Mi'raj disampaikan oleh Rektor IAIN Sultan Amei Gorontalo, Prof. Muhamadyah Amin. Dia tegakan bahwa inti ajaran Islam membawakan kedamaian di dunia, maka tidak boleh seorang Muslim mengatasnamakan Al Quran dan hadist dalam melakukan aksi teror.
Sejumlah pejabat tinggi negara hadir dalam kesempatan ini. Di antaranya adalah Wapres JK, pimpinan DPR, sejumlah anggota kabinet Indonesia Bersatu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan duta besar negara sahabat.
Tidak seperti ketika ada peringatan hari-hari besar sebelumnya, malam ini Masjid Istiqal terhitung sepi. Tidak terlihat ribuan orang dari berbagai majelis taklim se-Jabodetabek yang memadati ruang utama hingga luber ke pelataran masjid sebagaimana biasanya.
(lh/anw)











































