"Mengenai gelar doktor Honoris Causa itu bukan rekayasa saya. Itu penghargaan dari Undip. Karena saya dulu pernah menulis karya tulis yang berjudul membangun moral antikorupsi," kata Hendarman di Gedung Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Selasa (21/7/2009).
Hendarman malah menantang pihak-pihak yang tidak percaya untuk mengeceknya secara langsung ke Undip. "Itu boleh dicek ke sana (Undip). Tanyakan ke mereka, bukan saya yang minta," cetus pria berkacamata ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendarman mengaku mendapat banyak kritikan usai memperoleh gelar tersebut. Dia dituding masih mengendapkan 40 kasus korupsi. "Sekarang ini saya dikritik tidak menangani 40 kasus, padahal itu sudah saya jelaskan dan laksanakan. Jadi seolah-olah kejaksaan menutupi. Tapi sebenarnya tidak, kita tidak menutupi apa pun," elak Hendarman.
(anw/ndr)










































