Tiga pendukung Noordin ditahan sebelum serangan bom pada 17 Juli tersebut. Mereka kini tengah diinterogasi sebagai bagian dari investigasi. Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein kepada wartawan seperti dilansir Bloomberg, Selasa (21/7/2009).
Dikatakan Hishammuddin, pejabat-pejabat intelijen Malaysia saat ini berada di Jakarta untuk membantu investigasi. Mereka juga terus memonitor para pendukung Noordin yang kelahiran Malaysia itu.
"Kami bekerja sama sangat erat dengan intelijen Indonesia," kata Hishammuddin.
Dikatakan Hishammuddin, ketiga orang yang ditahan itu berkebangsaan Malaysia. Mereka merupakan anggota gerakan Jemaah Islamiyah (JI).
Menurut Hishammuddin, saat ini belum ada bukti kuat bahwa Noordin mengkoordinir serangan bom Marriott dan Ritz-Carlton.
"Itu bukan cuma satu orang," ujar Hishammuddin. "Kita sedang bicara tentang sebuah jaringan internasional," imbuhnya.
Noordin diduga sebagai salah seorang pemimpin JI. Pria Malaysia itu dituduh sebagai dalang serangkaian serangan bom di Indonesia, termasuk serangan bom Bali tahun 2002. Peristiwa itu menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia.
(ita/iy)











































