Demikian tegas Presiden SBY terkait kontroversi pidatonya pada Jumat lalu. Hal ini disampaikannya saat meresmikan Museum BI, Jl. Pintu Besar Utara, Jakarta, Selasa (21/7/2009).
"Kalau saya mengingatkan masyarakat tidak cemas tapi tetap waspada pada keganjilan di sekitarnya, semata-mata agar kita tidak lengah dan lalai. Sebab lengah dan lalai yang ditunggu kaum penjahat. Bukan menakut-takuti," ujar SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini sudah pernah Indonesia alami pasca serentetan serangan bom yang terjadi sejak 11 tahun silam. Butuh waktu bertahun-tahun untuk memulihkan kepercayaan internasional, kegiatan ekonomi dan menggenjot upaya peningkatan kesejahteraan rakyat yang terguncang aksi teroris itu.
"Jangan kita bersikap seolah hal yang biasa-biasa dan tidak mengganggu kepentingan kita. Kalau ada apa-apa yang memikul seluruh rakyat," imbuh SBY dengan nada tegas.
Saat ini aparat keamanan melakukan berbagai upaya hukum untuk menangkap para pelaku aksi teror. Di dalam kaitan menjaga keamanan nasional, Presiden SBY sekali lagi menekankan persatuan dan kesatuan rakyat amat dibutuhkan.
"Jangan belokan ke isu lain-lain yang justru bisa dimanfaatkan kelompok yang berniat mengguncang keamanan negeri kita," tandas SBY. (lh/iy)











































