"Kemarin sehari sebelum dibawa pergi oleh polisi, Pak Haji Nasir itu ngomong dari hati ke hati dengan saya bahwa istrinya (Tumini) sampai saat ini sama sekali tidak percaya," ungkap Ahmad di rumahnya, Dusun Katekan, Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (21/7/2009).
Ahmad menambahkan, pasca penggrebekan terhadap Noordin M Top di Wonosobo pada 2004 lalu, kondisi kesehatan Tumini menurun drastis. Tubuhnya semakin bertambah kurus dan sering melamun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahmad berharap bisa segera mengetahui keberadaan dan Nasir dan Tumini. Sebab setelah dijemput oleh polisi pada Senin 20Β Juli pagi, keberadaan kedua orang tersebut hingga saat ini tidak jelas.
"Saya khawatir kalau-kalau bu Haji Tumini shock setelah mengetahui Nur Said benar-benar terlibat pengeboman di Jakarta kemarin," ungkap Ahmad.
Sebelumnya Ahmad mengatakan, Nur Said telah menjadi target operasi (TO) Polri pasca penggerebekan Noordin M Top di Wonosobo. Sebab setelah kejadian itu, Nur Said tak lagi terlihat di rumahnya.
Ahmad menduga, Nur Said menggantikan posisi Mustafirin, pengikut Noordin yang berhasil ditangkap. Mustafirin disebut-sebut sebagai kader pelaku bom bunuh diri kelompok Noordin M Top untuk aksi berikutnya.
(djo/djo)











































