Pantauan detikcom hingga Senin (20/7/2009) malam, sejumlah tetangga dan kerabat berjaga di luar rumah orang tua Nur Said.
“Kalau sampeyan menunggu, kami juga masih menunggu ini bagaimana kabar Pak
Haji dan Bu Haji. Sebab, kepergian mereka (M Nasir, Tumini dan adik Nur Said, Udi Mas'ud) yang dijemput secara mendadak. Pak Haji sama istrinya pagi tadi juga belum sempat ganti baju saat berangkat. Saya melihat langsung kepergian mereka,”tegas Ahmad Rafi'i, paman Nur Said kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Coba Anda telp ke nomor HP-nya Mas'ud, Mas. Siapa tahu bisa terhubung. Soalnya beberapa saudara-saudara dan kerabat yang menunggu di sini sudah mencoba menghubungi tetapi tidak aktif,”tegas Rafi'i.
Sementara, saat detikcom berusaha untuk menghubungi nomor ponsel Udi Mas'ud, adik kandung Nur Said, HP-nya tidak aktif.
Dari pantauan detikcom di lapangan, hingga malam ini pun, masih berseliweran beberapa petugas keamanan dari Kodim setempat dan petugas polisi dari Polres Temanggung memantau kondisi rumah Nur Said.
Bahkan, saat detikcom di rumah Ridho Rosyid, sepupu Nur Said rumahnya berada persis di sebelah rumah Nur Said, tampak lima petugas dari TNI-AD yang ikut menunggu kedatangan M Nasir, Tumini dan Udi Mas'ud.
Meskipun demikian, sampai malam ini keluarga dan puluhan warga Desa Katekan masih berharap Nur Said terbebas dari sangkaan sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta yang terjadi Jum'at pagi lalu yang menewaskan 9 orang.
(nwk/nwk)










































