Berdasarkan rilis dari Departemen Kesehatan hari ini, 15 orang itu terdiri dari 5 orang laki-laki dan 10 orang perempuan.
Mereka berasal dari RS/Dinkes Jakarta 6 orang, RS/Dinkes Provinsi Banten 6 orang, RS/Dinkes Provinsi Jawa Timur 1 orang, dari RS/Dinkes Provinsi Jawa Tengah 1 orang, dan dari RS/Dinkes Sumatera Utara 1 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tambahan kasus baru positif berasal dari RS/Dinkes Jakarta yaitu JR (P/42 th), DN (P/27 th), IM (Pr), KK (Pr/7 th), Sa (P/32 th), dan FF (P/22 th).
Yang berasal dari RS/Dinkes Banten yaitu FH (L/13 th), AH (L), SP (L/17 th), MF (L/17 th), MF (L/14 th), dan YF (P/16 th). Yang berasal dari RS/Dinkes Prov Sumut yaitu Ju (P/31 th). Yang berasal dari RS/Dinkes Prov Jateng yaitu RH (P/18 th). Yang berasal dari RS/Dinkes Prov Jatim yaitu EF (P/18 th).
Dengan demikian, imbuh Tjandra, sampai tanggal 20 Juli 2009, secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia berjumlah 172 orang terdiri dari 86 laki-laki dan 86 perempuan.
Tjandra pun selalu mengingatkan masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat untuk menghindari flu babi. Di antaranya mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, dan melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar.
Apabila ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor, ke sekolah atau ke tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter.
"Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat. Namun angka kematiannya sangat rendah yakni 0,4 persen," jelas guru besar pulmonologi Universitas Indonesia (UI) ini.
(nwk/nwk)











































