Menurut sumber detikcom, pada Senin (20/7/2009), pelaku yang diincar diindikasikan melarikan diri ke Pulau Madura. Polda Jatim pun mengejarnya sampai ke Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Sebelumnya selain mengejar pelaku hingga ke Madura, Kepolisian juga memeriksa narapidana bom Bali II Muhammad Cholily alas Yahya Antoni (28). Cholily yang merupakan kurir bom Dr Azhari ini diperiksa secara tertutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan selama 2 jam ini juga termasuk mengenai keterlibatan Nurhasbi alas Nur Sahid yang diduga menjadi pelaku bom bunuh diri. Kendati demikian polisi enggan membeberkan hasil dari pemeriksaan.
Kapolwil Malang Kombes Pol Rusli Nasution ketika dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telpon gengamnya membenarkan pemeriksaan Cholily terkait peledakkan bom di Jakarta.
"Pelaku teror dimungkinkan mempunyai kaitan dengan Cholily. Apakah mereka berkunjung menyamar sebagai keluarga selama Cholily menghuni lapas," ungkap Mantan Direskrim Polda Jatim ini.
Cholily dipindahkan ke Lapas Lowokaru Malang sejak 10 Oktober 2008, setelah sebelumnya ditahan di Lapas Kroboan Bali untuk menjalani vonis selama 18 tahun penjara. Bersama para napi lainnya, Cholily menempati blok 12 dengan mendapat penjagaan ketat.
(nwk/mad)











































