Hal ini dikatakan ketua Indonesia Port Reform, Purwo, saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/7/2009).
"Dari laporan yang masuk, nyaris dialami oleh sejumlah pejabat pelabuhan yang ada di Indonesia," tutur Purwo.
Menurutnya, modus orang-orang yang mengaku wartawan ini selalu mengancam akan mengungkap kasus korupsi pejabat bersangkutan jika keinginannya tak dipenuhi. Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung, bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Padahal, berdasarkan hasil pemeriksaan dan audit internal perusahaan, tidak terjadi pelanggaran ataupun unsur penyalahgunaan uang negara.
"Isu yang paling sering dijadikan bahan eksploitasi bagi pejabat adalah isu dugaan korupsi," terang Purwo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(gun/mad)










































