Ponpes Ngruki: Abdurrahman Assegaf Lakukan Fitnah Besar

Alumni Disebut Pelaku Bom

Ponpes Ngruki: Abdurrahman Assegaf Lakukan Fitnah Besar

- detikNews
Minggu, 19 Jul 2009 14:38 WIB
 Ponpes Ngruki: Abdurrahman Assegaf Lakukan Fitnah Besar
Solo - Pesantren Al-Mukmin Ngruki menilai Ketua Umum Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII) Abdurrahman Assegaf melakukan fitnah besar terkait pernyataannya yang menyebut pelaku bom bunuh diri di JW Marriot adalah alumnus pesantren tersebut. Pihak Ngruki mendesak Abdurrahman meminta maaf.

Pembantu Direktur Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sholeh Ibrahim, mengatakan di daftar induk murid dan alumni pesantrennya tidak ada nama seperti yang disebut Abdurrahman Assegaf.

Sebelumnya Abdurrahman menyatakan, pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott bernama Nurhasbi alias Nuri Hasdi alias Nur Sahid asal Temanggung Jateng yang disebutnya sebagai alumnus Ngruki seangkatan dengan Asmar Latin Sani, pelaku bom, bunuh diri di kedutaan besar Australia beberapa tahun silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di buku induk tidak ada tiga nama yang disebut Abdurrahman itu. Saya mantan kepala KMI (Kuliyatul Mualimin al-Islamiyah, program yang ditempuh Asmar di Ngruki -red), saya ingat teman seangkatan Asmar, tapi tidak ada yang bernama itu," ujar Sholeh kepada wartawan, Minggu (19/7/2009).

Sholeh memaparkan salah satu teman seangkatan Asmar adalah Abdul Hadi yang tewas tertembak dalam penyergapan polisi di Wonosobo beberapa waktu lalu. Namun tidak ada yang bernamaย  Nurhasbi atau Nuri Hasdi maupun Nur Sahid.

Sholeh jutsru menyebut Abdurrahman Assegaf melakukan fitnah karena telah menyebarkan kabar tidak benar. Dia juga mempertanyakan latar belakang Abdurrahman serta motivasinya menyebarkan kabar tersebut kepada publik tanpa terlebih dulu mencari tahu kebenaran.

"Abdurrahman Assegaf itu siapa, kami tidak kenal. Tiba-tiba dia muncul dengan kepala diikat-ikat sorban putih lalu ngomong ini itu tanpa dasar. Ini jelas fitnah besar. Apa pula motivasi dan kepentingan dia membeberkannya kepada publik. Kalau memang niatannya baik, silakan datang kemari," ujar Sholeh.

Sholeh berharap Abdurrahman bersedia mencabut pernyataan yang dianggapnya sebagai fitnah tersebut. Selanjutnya Abdurrahman juga harus meminta maaf kepada Ponpes Al-Mukmin Ngruki sebagai lembaga pendidikan yang terganggu atas pernyataan Abdurrahman yang dinilai menyesatkan itu.

"Jika itu tidak dilakukan bisa saja kami mengambil langkah-langkah yang kami anggap tepat untuk menjaga nama baik lembaga. Keputusannya nanti setelah kami mengadakan rapat dengan seluruh pimpinan pondok. Saat ini direktur pondok masih ada acara di Jakarta," ujar Sholeh Ibrahim tegas. (mbr/iy)


Berita Terkait