Salah satu yang termasuk kelompok terakhir ini adalah DPP KNPI alias Komite Nasional Pemuda Indonesia. Dukungan mereka pada pidato Presiden SBY tercantum di dalam surat elektronik yang diterima detikco, Sabtu (18/7/2009).
"Bukan tidak mungkin dua peristiwa tersebut memiliki korelasi antara satu dengan lainnya," kata Ketua Umum DPP KNPI Ahmad Doli Kurnia dalam surat elektronik itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DPP KNPI pun mendesak jajaran BIN, TNI, dan Polri bergerak cepat menangkap para pelaku peledakan yang merenggut 9 korban jiwa itu. Kemudian mengungkap otak pelakunya serta latar belakang dan motif politik yang mungkin ada.
"Aparat keamanan harus mengungkap aktor politik di balik gerakan mengancam membunuh Presiden SBY sebagai simbol negara," tandas Ahmad Doli.
Jajaran DPP KNPI juga mengutuk peledakan bom sebagai tragedi kemanusiaan karena merusak suasana aman dan damai lima tahun terakhir. Maka sikap tegas Presiden SBY untuk segera menangkap aktor intelektual di balik kasus peledakan bom Marriott-Ritz Carlton harus didukung.
"Kami menghimbau seluruh elemen bangsa, masyarakat, pemerintah, aparat keamanan dan politisi bersatu dan tidak malah saling menyalahkan atas tragedi tersebut," tambah Ahmad Doli.
(lh/sho)










































