Menurut sumber detikcom, penangkapan dilakukan sekitar Sabtu (18/7/2009) pukul 04.00 Wita. Belum diketahui jelas wilayah penangkapan tersebut. Penangkapan dikabarkan terkait kelompok yang melakukan latihan militer bersenjata yang menjadikan wajah Presiden SBY sebagai sasaran tembak.
Namun saat dikonfirmasi, kepolisian di Samarinda mengaku tidak tahu kebenaran informasi penangkapan orang yang diduga termasuk jaringan teroris tersebut. "Saya belum ada laporan dan informasi itu. Nggak tahu ya kalau di daerah lain," kata Kasat Reskrim Poltabes Samarinda Kompol Yusep Gunawan kepada wartawan di Markas Poltabes Samarinda.
Dicecar pertanyaan kebenaran informasi kalau penangkapan tersebut terjadi di Samarinda, Yusep kembali membantahnya. "Tidak, tidak ada di sini (Samarinda)," ujar Yusep.
Sementara Kapolda Kaltim Irjen Pol Andi Masmiyat ketika dihubungi detikcom melalui telepon dan pesan singkat belum memberikan konfirmasi kepastian kabar tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri mengatakan, Polri menangkap oknum yang terlibat jaringan teroris di Kaltim, 5 Mei 2009 lalu. Oknum itu melakukan latihan militer di suatu wilayah di Kaltim yang dirahasiakan dan menjadikan foto wajah SBY sebagai sasaran tembak. (sho/sho)











































