Ancaman itu diterima Sabtu (18/7/2009) sekitar pukul 14.10 WIB. Pelaku mengancam dengan cara menghubungi langsung bagian informasi bandara itu.
Informasi yang didapatkan wartawan di Palembang, seorang petugas informasi bandar SMB II mendapat telepon yang memberitahukan akan ada bom di bandara. Informasi ini tentu saja tidak dipandang sebelah mata. Pihak bandara pun segera menghubungi aparat keamanan.
Tak lam kemudian, petugas dari Polsek Sukarame bersama tim Jihandak Polda Sumsel sudah berada di lokasi. Setiap kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang masuk diperiksa. Tas penumpang, khususnya yang naik kendaraan roda dua, diperiksa lebih teliti menggunakan metal detector.
Akibatnya, kemacetan terjadi lebih dari satu kilometer dari pintu masuk bandara. Satu dari empat jalur keluar terpaksa sementara difungsikan sebagai jalur masuk.
Para penumpang di bandara pun tampak tegang karena adanya ancaman bom tersebut. "Ya Allah, semoga bae ancaman itu hanya main-main. Gugup nian aku nih," kata seorang calon penumpang dengan tujuan Jakarta.
(tw/sho)











































