"Sekali lagi saya ingin menegaskan hindari terlalu banyak spekulasi karena hal ini sangat sensitif," ujar Menlu Hassan Wirajuda di Kantor Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2009).
Hassan membantah adanya informasi bahwa sebelum ledakan di Marriott dan Ritz Carlton, Badan Intelijen Indonesia (BIN) sudah mendapat informasi dari intelijen Australia. Informasi tentang ketidak benaran kabar itu didapat Menlu dari Menlu Australia Stephen Smith.
"Saya tidak tahu persis. Tapi dari hasil perbincangan saya dan Menlu Australia sebelum konpers, spekulasi itu tidak benar," jelas menteri yang selalu tampil dandy ini.
Dalam kesempatan ini Menlu juga menuturkan tentang terbunuhnya salah satu warga negara Australia di kawasan PT Freeport. Menurutnya polisi masih melakukan investigasi.
Smith mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya salah satu warganya dan menawarkan diri untuk memberikan bantuan.
"Kami mengucapkan terima kasih pada Indonesia yang sedang berusaha menyelesaikan hasil investigasinya. Kami juga tetap menawarkan bantuan pada Indonesia jika diperlukan," tuturnya.
(nik/anw)











































