Demikian disampaikan Dubes RI untuk Kerajaan Belgia, Uni Eropa dan Keharyapatihan Luksemburg Nadjib Riphat Kesoema kepada detikcom menjelang penghitungan final surat suara pilpres via pos di wilayah akreditasinya (17/7/2009).
Dengan wajah terpukul, Nadjib mengatakan bahwa peristiwa itu telah mengganggu dan merusak ketenangan serta kedamaian bangsa Indonesia, yang baru selesai melaksanakan pesta demokrasi pilpres secara langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Marilah kita bersama-sama menundukkan kepala sejenak untuk mengenang saudara-saudara kita yang telah menjadi korban dari tindakan pihak-pihak pengecutโฆ," ujarnya dengan nada prihatin.
Ditekankan bahwa pemerintah melalui pernyataan pers presiden RI telah menyatakan sikap tegas untuk mencari, memroses, serta mengadili para pelaku maupun pihak-pihak yang berada di belakang layar sesuai dengan hukum yang berlaku.
Sementara itu Menlu Belgia Yves Leterme menyatakan keprihatinan dan duka pemerintah serta rakyat Belgia kepada seluruh rakyat Indonesia dan keluarga korban atas kejadian menyedihkan tersebut.
"Menlu Leterme, yang baru saja dipilih dan diangkat, langsung mengirimkan ungkapan tersebut melalui surat kepada Menlu RI pada hari itu juga saat terjadi peristiwa," ujar Sekretaris III Pensosbud/Diplik Royhan N. Wahab.
(es/es)











































