Diduga Teroris, Lelaki Berpaspor Malaysia Diamankan di Kediri

Diduga Teroris, Lelaki Berpaspor Malaysia Diamankan di Kediri

- detikNews
Sabtu, 18 Jul 2009 16:27 WIB
Kediri - Satuan Intelkam Polresta Kediri mengamankan Cecemin (49), lelaki asal Sumatra Utara dengan paspor Malaysia yang diduga sebagai pelaku kejahatan terorisme. Selain bertindak aneh dengan bersemedi di tepian Sungai Brantas, dari dirinya juga diamankan lembaran berisi kode rahasia.

Lelaki yang mengaku telah beranak istri dan beralamat di Jalan Merdeka No.16, Perubrayan Kota, Binjai, tersebut diamankan pada Sabtu (18/7/2009) pagi. Setelah sempat menjalani pemeriksaan selama hampir 4 jam, saat ini dia diperbolehkan kembali
ke tenda yang dijadikannya tempat bersemedi.

"Ini sebagai bentuk kewaspadaan kami terhadap segala bentuk kemungkinan kejahatan
terorisme di Kota Kediri dan sekitarnya. Terlebih dia cukup mencurigakan, karena sudah lebih 3 bulan bermukim di sana dengan tidak ada tujuan jelas," kata Kasat Intelkam Polresta Kediri AKP Paidi, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilakukannya penangkapan terhadap Cecemin juga dilakukan setelah dari serangkaian
penyelidikan, dia ditengarai memiliki sejumlah indikasi sebagai pelaku kejahatan terorisme. Antara lain kepemilikan uang tunai senilai Rp.4 juta yang disimpan dalam tas miliknya, padahal statusnya sebagai gelandangan dengan tidak memiliki tempat tinggal secara tetap.

"Sebelum kami amankan kecurigaan sempat muncul karena berdasarkan laporan masyarakat, dalam sekali belanja di warung dia bisa menghabiskan uang Rp 50 sampai Rp 100 ribu. Sementara hasil pemeriksaan, uang itu diakhui berasal dari hasil menjual
rumah," jelas Paidi.

Selain temuan uang tunai dalam jumlah besar, kecurigaan lain jika Cecemin adalah pelaku kejahatan terorisme ditemukan dalam dompet miliknya. Yaitu adanya 2 lembar kertas besar yang berisi tulisan berupa sandi dan kode yang hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

"Dia mengakuinya sebagai amalan saat melakukan semedi, karena memang dia mengaku
memeluk agama Budha. Tapi soal benar tidaknya, anggota sedang menyelidikinya," ungkap Paidi.

Sementara untuk alasan dilakukan pelepasan kembali, Paidi mengaku karena belum adanya indikasi kuat jika Cecemin adalah pelaku kejahatan terorisme. Meski demikian,
dia mengaku akan terus memantau keberadaanya, karena tidak menutup kemungkinan jika dia benar sebagai pelaku terorisme.

"Sejauh ini Polda telah kami beri laporan dan meminta kami terus mengamatinya. Ini
setelah keberadaannya di bantaran Sungai Brantas dikhawatirkan merupakan langkah
pengintaian untuk aksi sabotase objek tertentu, seperti Gudang Garam," tegas Paidi.

Secara terpisah, Cecemin saat ditemui wartawan di tenda tempatnya bersemedi mengaku
berdiam diri di bantara Sungai Brantas tidak memiliki tujuan apapun. Langkah itu
diakuinya untuk menenangkan diri, untuk selanjutnya kembali ingin bekerja.

"Saya sedang bingung, anak istri saya di Jakarta tapi sampai saat ini sudah tidak ada lagi komunikasi. Saya hanya ingin satu hal, yaitu kembali bekerja agar bisa bertemu anak istri lagi," ungkap Cecemin.

(fat/gah)


Berita Terkait