"Terakhir, saya ucapkan terima kasih kepada...ibu saya...," kata Hendarman tak kuasa menahan haru usai menyampaikan makalah di Kampus Undip Tembalang, Semarang, Sabtu (18/7/2009).
Pucuk pimpinan Kejaksaan RI itu tak melanjutkan kata-katanya. Ia mengambil napas panjang, kemudian meneguk air putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak kuasa (menahan diri)," katanya mengakhiri penyampaian makalahnya.
Dalam sidang senat terbuka Undip, Hendarman menyampaikan makalah tentang "Membangun Budaya Anti Korupsi". Menurut dia, pemberantasan korupsi tak bisa dilakukan dengan hanya perbaikan sistem dan penataan birokrasi, tapi juga pembangunan mental anti korupsi sejak dini.
"Karena itu, saya dirikan kantin kejujuran dan SMU anti korupsi," katanya.
Penganugerahan dihadiri senat Undip, mahasiswa, dan tamu undangan diantaranya Gubernur Lemhannas yang juga mantan Rektor Undip Muladi, Menhub Jusman Syafii, dan perwakilan sejumlah departemen.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penganugerahan Hendarman sempat akan didemo mahasiswa Undip. Namun aksi itu batal dilakukan setelah terjadi negosiasi sehari sebelum seremoni penganugerahan.
(try/gah)











































