Jangan Gegabah Tuding Pelaku Bom JW Marriott dan Ritz Carlton

Wawan Purwanto:

Jangan Gegabah Tuding Pelaku Bom JW Marriott dan Ritz Carlton

- detikNews
Sabtu, 18 Jul 2009 11:24 WIB
Jangan Gegabah Tuding Pelaku Bom JW Marriott dan Ritz Carlton
Jakarta - Berbagai spekulasi tentang siapa yang melakukan pengeboman terhadap Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott terus bermunculan. Mulai dari Jamaah Islamiyah, Al Qaeda, hingga para politisi yang kalah dalam Pilpres 2009.

Pengamat Intelijen Wawan Purwanto meminta agar spekulasi seperti ini dihentikan. Proses investigasi biarlah dilakukan dulu oleh pihak kepolisian. "Kita tunggu dulu, apakah pelakunya orang baru atau orang lama," kata Wawan dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (18/7/2009).

Wawan mengatakan, wajah pelaku kan sudah terungkap melalui berbagai media. Selanjutnya tinggal kepolisian mengembangkannya dengan melakukan tes DNA, serta siapa tahu ada pihak-pihak yang mengenal wajah itu kemudian ditelusuri keluarganya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga baru akan diketahui apa ada hubungan langsung atau tidak dengan pihak-pihak yang mengenalinya, sehingga benang merahnya akan segera ditemukan," ujarnya.

Soal pelaku yang diduga melakukan perakitan bom dari dalam hotel, menurut Wawan memang bisa saja terjadi. Hal ini disebabkan karena proses pengamanan yang meskipun ketat namun ada saatnya lengah.

"Sebetulnya ini adalah hotel milik Amerika yang pengamanannya berlapis, akan tetapi semuanya tergantung pengawasannya. Siapa yang mengawasi, kan pengamanan lokal yang manusia biasa dan mempunyai kelelahan," imbuhnya.

Dengan memanfaatkan kelelahan petugas memeriksa ribuan orang dan ternyata nihil, akhirnya mereka capek, dan spiritnya mulai melemah dan mencapai titik kejenuhan. Dan menurut Wawan, kondisi seperti inilah yang dimanfaatkan oleh para teroris untuk melancarkan aksinya.

Terkait dnegan warning Australia sehari sebelum peledakan bom itu terjadi, Wawan menganggap siapa pun boleh memberi peringatan. Tapi yang menentukan kapan dan di mana teroris melakukan aksinya, yang bisa menentukan hanyalah mereka sendiri. " Amerika Serikat juga kebobolan. Karena untuk mendeteksi pelakunya yang bisa menentukan hanya pelakunya sendiri," pungkas Wawan.

(anw/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini