"Kami mengutuk tindakan kekerasan bodoh ini dan siap memberikan bantuan jika pemerintah Indonesia meminta kami melakukannya," kata Hillary seperti dilansir kantor berita AFP , Jumat (17/7/2009).
Dikatakan mantan ibu negara AS itu, serangan itu menekankan bahwa ancaman terorisme tetap sangat real.
"Serangan itu mencerminkan kekejaman para ekstremis keras, dan mengingatkan kita bahwa ancaman terorisme tetap sangat real," tandas Hillary.
Serangan di dua hotel internasional itu menewaskan setidaknya 9 orang termasuk beberapa warga asing. Puluhan orang lainnya luka-luka dalam pengeboman itu.
(ita/ita)











































