Teman-teman para korban yang mengalami luka ringan terlihat banyak yang berkunjung. Para korban terlihat ada yang sudah pulih, bercerita pada para temannya, ber-Facebook ria melalui ponsel hingga ada yang masih meringis
kesakitan.
Sesekali semua tatapan mata tertuju pada televisi 14 inchi di sudut atas ruangan. Menonton update berita bom Mega Kuningan dari salah satu stasiun TV swasta.
Beberapa di antara mereka sudah diperbolehkan pulang. Seperti Choirul Anam
(24) dan M Roni (35). Choirul, karyawan bagian dapur Ritz Carlton menderita trauma di bagian gendang telinga. Dia terlihat berjalan keluar rumah sakit Jakarta mengenakan jaket merah maroon bersama teman-temannya sekitar pukul 15.00.
Beberapa korban mengatakan trauma. Seperti yang dikatakan Roni, karyawan Hotel JW Marriott bagian concierge. Bom yang membuat gendang telinga kirinya bermasalah itu membuatnya trauma secara psikologis. Namun, dia tak kapok bekerja di tempat semula.
"Trauma sih. Itu nomor dua, lah. Sudah ya saya harus kembali untuk membantu evakuasi di tempat saya kerja," ujar Roni yang keluar rumah sakit pukul 15.10 WIB.
Roni yang saat itu berada di lobi Hotel Marriott mengatakan ledakan berada 100 meter di belakangnya. "Saya tersungkur karena terdorong angin," katanya.
Trauma juga dialami rekan Roni, Bambang Yulianto (30). Petugas keamanan JW Marriott itu terlihat pasrah digelandang di atas tempat tidur. Selimut hijau menutupi tubuhnya yang bertelanjang dada.
"Saya nggak luka. Cuma trauma. Menghirup asap terlalu banyak," imbuh Bambang.
Trauma juga dirasakan rekan yang menjenguk Choirul Anam, Mervi. Pria yang bekerja di bagian dapur Ritz Carlton.
"Ya trauma, takut kalau masuk," imbuh Mervi yang hari ini sedang libur.
Sedikit beruntung dari rekannya, Mervi yang mendapat shift sore sudah pulang dari hotel sekitar pukul 01.00 WIB. Kendati trauma Mervi tetap akan masuk kerja di hotel yang sekarang meliburkan karyawannya entah sampai kapan.
(nwk/irw)











































