Kepolisian Federal Australia juga menawarkan bantuan dalam hal forensik, identifikasi korban dan melawan terorisme.
PM Rudd menuturkan, serangan bom tersebut membuka kembali kenangan mengerikan bagi warga Australia akan serangan bom di Bali serta serangan bom lainnya di Indonesia dan dunia.
"Ini serangan terhadap kita semua dan kita sedang berurusan dengan beberapa orang yang sangat jahat," ujar Rudd seperti dilansir media Australia, News.com.au , Jumat (17/7/209).
"Orang-orang yang sangat, sangat jahat dan berbahaya," imbuhnya.
Rudd menolak menyebutkan siapa yang kira-kira mendalangi serangan itu. Dikatakannya, badan-badan terkait saat ini tengah bekerja untuk mencari tahu siapa yang berada di balik serangan bom itu.
Serangan bom di dua hotel internasional itu menewaskan setidaknya 9 orang, termasuk beberapa warga asing. Puluhan orang lainnya termasuk dua warga Australia terluka dalam pengeboman itu.
(ita/ita)











































