"Saya tidak bisa prediksi pasca kejadian ini. Namun dulu waktu bom di JW
Marriott 2003, tidak berdampak banyak terhadap pariwisata Bali," kata Direktur
Eksekutif Bali Hotel Assosiantion (BHA) Djinaldi Gosana dalam jumpa pers di
Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Jumat (17/7/2009).
Dikatakan dia, pihak pengusaha hotel di Bali siap bekerja sama dengan Polda Bali meningkatkan keamanan di hotel dan kawasan wisata. "Kita sudah siap mengamankan hotel. Kita telah meminta kepada seluruh anggota untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman," ujar Gosana.
Menurut dia, tingkat kunjungan hotel di Bali sangat tinggi. Tingkat hunian hotel di Baliย rata-rata mencapai 80-90 persen.
Bahkan saat musim liburan panjang serta masa kampanye Pileg dan Pilpres, lanjut dia, kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara meningkat sebanyak 13 persen dibandingkan tahun 2008. Gosana berharap, ledakan bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott tidak terjadi di Bali.
(gds/aan)











































