"Sekarang kita mulai dari pernyataan dari petinggi bidang keamanan yang menyatakan situasi terkendali, aman dan tenang dalam konteks pemilu atau Pilpres. Dengan kejadian ini bagaimana pertanggungjawaban dalam konteks ini. Kita harus melihat dari dimensi yang luas, tidak kacamata kuda," kata Soeripto kepada detikcom, Jumat (17/7/2009).
Menurut orang yang dikenal cukup paham dengan dunia intelijen ini, kasus bom JW Marriott dan Rizt Carlton ini harus dilihat juga kaitannya dengan kejadian-kejadian bom sebelumnya. Seharusnya, pengamanan tidak hanya terkait dengan Pilpres tetapi juga pascapilpres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(yid/iy)











































