Berdasarkan keterangan istri Dadang, Dwi, suaminya sempat menunjukkan tanda-tanda aneh pada malam hari sebelum peristiwa ledakan. Dadang hanya terdiam semalaman.
"Saya dapat firasat sejak malam, muka Bapak diam saja," kata Dwi di RSPP, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2009).
Dwi juga menuturkan, suaminya lolos dalam peristiwa serupa pada tahun 2003. Ia lolos karena pada saat terjadi pengeboman, Dadang sedang melakukan salat.
(mad/iy)










































