"Saat di kantor siap-siap akan dibuka, tidak taunya, jederr... Saya dan teman-teman memang merasa ada ledakan terjadi, tetapi kita tidak tahu kalau ternyata itu bom, kita tidak menyangka," kata salah seorang karyawan Panin Bank, Denny kepada detikcom di RS MMC Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2009).
Saat ledakan terjadi, Denny mengatakan dirinya sedang berada di kamar mandi sehingga dia tidak terkena. Tetapi saat keluar dari kamar mandi, dia melihat temannya yang juga karyawan Panin Bank, Yurika berteriak-teriak. Denny pun segera membawa Yurika ke rumah sakit pukul 07.50 WIB, tepat setelah ledakan terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yurika, papar Denny, mengalami luka cukup parah dan saat ini sedang dirawat di RS MMC, Kuningan, Jakarta Selatan.
"Yurika terkena pecahan kaca di bagian leher, tangannya luka sampai tulang, darah mengucur terus. Sekarang dirawat inap di MMC," jelasnya.
Dikatakan Denny, untuk sementara Panin Bank ditutup. "Karyawan sudah dievakuasi semua, semua pimpinan Panin sudah datang ke RS MMC," tutur dia.
Denny menjelaskan kondisi gedung Panin Bank akibat bom menjadi berantakan. "Di lobi ada bercak darah, kaca-kaca di sekeliling gedung pecah," ucapnya.
(nvc/anw)











































