S hanya bisa terbaring lemas di ruang Kelas II, Mawar II RSU Lubuk Pakam. Penduduk Kampung Sekata, Jl Perjuangan II, Dusun II, Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang ini terpaksa dirujuk ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya memburuk. Dia menderita demam tinggi setelah tiga ekor ayam tetangga depan rumahnya dan delapan ayam tetangga lainnya tiba-tiba mati secara mendadak beberapa hari sebelumnya.
"Memang ada ayam depan rumah mati. Tetangga lain juga ayamnya mati. Ayam saya belum mati tapi sudah sakit di kandangnya, dan kemudian saya tiba-tiba menderita demam panas," kata S di ruang perawatan.
Menurut Basori, salah seorang keluarga korban, S sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Sembiring, Jl Besar Patumbak Senin (14/7/2009) malam. Kemudian yang bersangkutan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan untuk menjalani pemeriksaan.
"Sempat juga dia diperiksa di ruang isolasi Rumah Sakit Adam Malik. Tapi Selasa dinihari, langsung dibolehkan pulang. Padahal panasnya masih tinggi," kata Basori.
Menurut Basori, S hanya menjalani pemeriksaan beberapa jam di RSUP Haji Adam Malik, kemudian diperbolehkan pulang. Namun karena demamnya masih tinggi, dia dibawa lagi ke Rumah Sakit Umum Sembiring. Dari sana akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Lubuk Pakam.
Berkenaan dengan kondisi S, staf Humas RSUP Haji Adam Malik Medan Syairi mengatakan, S diperbolehkan pulang karena tidak terindikasi terjangkit flu burung, meski mengalami demam tinggi mencapai 39 derajat celcius.
"Pasien S memang ada menjalani pemeriksaan di ruang isolasi flu burung. Tapi karena tidak terindikasi, kami perbolehkan pulang," kata Syairi.
Kendati sudah ada korban yang menderita demam panas tinggi, dan sejumlah ternak ayam mati mendadak, Dinas Kesehatan maupun Dinas Peternakan Deli Serdang sejauh ini belum meneliti penyebab kematian belasan ekor ayam di sekitar rumah korban.
(rul/sho)











































