Dengan mengenakan seragam sekoolah, para siswa memulai aksi demonstrasi dengan mengelilingi seluruh areal sekolah. Mereka membawa serta sejumlah poster berisi kecaman terhadap proses tukar-guling yang dilakukan Pemerintah Kota Pematang Siantar tersebut.
Massa meneriakkan protes terhadap pemerintahan kota yang terkesan tidak memiliki kepedulian dalam dunia pendidikan. Mereka meminta pembatalan tukar-guling itu, serta mendesak Kejaksaan setempat agar mengusut kasus tersebut yang dinilai sarat dengan kolusi.
Dalam orasinya para siswa juga mengecam aparat Polresta Pematang Siantar yang dinilai bertindak berlebihan dalam pengamanan aksi demo mereka beberapa hari lalu. Selain itu menyesalkan sikap polisi yang mengambil langkah represif, memukuli dan sempat menahan enam pengunjuk rasa.
βKami minta agar gedung sekolah kami dikembalikan ke lokasi yang lama,β tukas Kurniawan, salah seorang siswa yang ikut berdemonstrasi.
Para siswa ini juga mengancam akan terus melakukan aksi serupa dan menghentikan sementara seluruh proses pendidikan sekolah unggulan tersebut sampai tuntutan mereka terkabul.
Pada aksi hari ini, massa berhasil masuk dan menduduki lokasi sekolah setelah membuka pagar seng setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Siantar dan polisi yang semula berjaga-jaga, mendadak meninggalkan lokasi. Hingga pukul 15.00 WIB massa masih berada di lokasi sekolah.
(rul/nwk)











































