Pembangunan terminal penumpang ini akan memperluas menjadi 17.591 meter persegi yang dapat menampung 3 juta penumpang setiap tahunnya.
"Pembangunan terminal ini dimulai Juli dan diharapkan selesai pada medio September 2010," kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura (AP) II Sudaryanto dalam acara peletakan baru pertama tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kondisi terminal penumpang hanya memiliki luas 6.713 meter. Kondisi ini sudah tidak mampu lagi menampung pergerakan penumpang. Pada tahun lalu saja penumpang sudah mencapai 1,8 juta per tahun padahal desain awalnya hanya maksimal 1,2 juta," kata Sudaryanto.
Menurutnya, dari aspek bisnis, pengembangan bandara SSK II yang menjadi pintu gerbang Provinsi Riau ini juga amat penting mengingat posisi strategis berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.
Menyadari potensi yang dimiliki Provinsi Riau serta dengan makin meningkatnya permintaan jasa transportasi udara, maka, lanjut, Sudaryanto, PT AP II mengupayakan pembangunan infrastruktur gedung terminal. Termasuk perpanjangan landasan dan perluasan apron (tempat parkir pesawat).
"Hal ini bertujuan agar kapasitas penumpang dan pergerakan pesawat terpenuhi serta kenyamanan dan keselamatan pernerbangan lebih terjamin," imbuhnya.
Proyek pembangunan ini dikerjakan kontraktor PT Wijaya Karya dengan tenaga lokal dan menggunakan produksi dalam negeri. Uniknya, desain bentuk terminal baru ibarat burung Serindit (satwa langka yang dilindungi di Riau) yang posisinya mengembangkan sayapnya saat di udara.
(cha/nwk)











































