Instruktur MOS SMK Masmur, Yanto Gunadi, mengatakan MOS dilaksanakan untuk membentuk kedisiplinan serta ketahanan fisik para siswa. MOS diikuti 300 siswa siswi SMK Masmur sejak 13 Juli hingga 16 Juli 2009.
"Bagi siswa yang sakit dengan keterangan surat dokter tentunya, tidak kami libatkan dalam MOS," kata Yanto personel TNI AU itu di SMK Masmur, Jl Pelajar, Pekanbaru, Kamis (16/7/2009).
Menurut dia, keterlibatan TNI AU dalam pelaksanaan MOS itu karena sekolah tersebut ada jurusan penerbangan sehingga pihak sekolah melakukan
kerjasama dengan TNI AU. "Tidak benar kalau dalam MOS ini ada tindakan
kekerasan terhadap siswa baru," ujarnya.
Makan Nasi Basi
Sejumlah siswa SMK Masmur mengaku diperlakukan kasar saat MOS. "Kadang kita ditendang dari belakang hanya karena dianggap berbaris tidak becus. Ada juga teman yang mencoba melawan karena ditenda dari belakang. Tapi malah ada ancaman akan dikeluarkan dari sekolah bila melawan kakak kelas. Kadang kita juga disuruh makan makanan yang telah basi," cuhat salah seorang murid yang enggan disebutkan namanya.
Para siswa juga diberi nama yang aneh-aneh. Ada nama kampret, anjing,
tupai dan berbagai jenis nama binatang lainnya. "Kita risih dipanggil sebutan binatang kayak gitu. Tapi kalauย tidak patuh, nanti malah ditendang senior," ujar siswa lainnya.
(cha/aan)











































