"Nggak ada (penghentian pengawalan)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Chryshnanda Dwi Laksana saat dihubungi lewat telepon, Kamis (16/7/2009).
Menurut Chryshnanda, kepolisian masih terus bekerja seperti biasa. Alasannya, distribusi uang merupakan kebutuhan dan kepentingan masyarakat banyak.
Terkait belum adanya pengawalan hingga saat ini, Chrysnanda menduga ada kegiatan penting di lingkungan kepolisian. Selain itu, saat ini juga sedang dilakukan evaluasi yang melibatkan unsur kepolisian, bank, dan jasa pengiriman uang dan barang berharga.
"Yang penting ada sinergitas, perlu adanya sistem back up dengan pemantauan GPS. Permasalahan sekecil apapun harus dipantau lewat GPS," sarannya.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengiriman Jasa Uang dan Barang Berharga Indonesia, Alex mengatakan, pengiriman uang ke BNI menjadi terganggu karena perusahaan pengiriman jasa uang dan barang berharga tidak mendapat pengawalan lagi dari kepolisian pasca perampokan Rp 15 miliar tersebut.
(mad/iy)










































