"Mungkin ini untuk cari perhatian saja. Kadang dengan situasi seperti ini, untuk dilihat dunia internasional kalau ada yang mengganggu keamanan," kata Andi.
Hal tersebut dikatakan dia di sela-sela mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kunjungan ke Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (16/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden SBY, menurut Andi, biasanya mendapat informasi langsung seputar gangguan keamanan di berbagai wilayah Indonesia dari Kapolri.
Seperti diketahui, penembakan terjadi di mil 54 kawasan Freeport, Tembagapura, Timika, pada Sabtu 11 Juli pekan lalu dan menyebabkan korban tewas. Baku tembak antara aparat Kepolisian dengan sekelompok orang tak dikenal terjadi lagi kemarin. 5 Polisi dikabarkan terluka dalam insiden tersebut.
(irw/Rez)











































