"Pasti selalu ada langkah itu (sketsa wajah) dalam tindakan pengembangan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Chryshnanda Dwilaksana saat dihubungi wartawan, Rabu (14/7/2009).
Namun, lanjut Chryshnanda, pembuatan sketsa itu dilakukan jika polisi sudah mentok. "Itu dukungan, baru dilakukan kalau sudah menemukan kesulitan," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Chryshnanda mengungkapkan, sketsa tersebut nantinya akan disebar ke beberapa tempat. Hal itu dilakukan untuk membantu polisi dalam pencarian pelaku.
"Tapi itu dilakukan kalau sudah mentok," tuturnya.
Menurut Chryshnanda, meski Ade Johan dan Bripda Edi sempat bertatap muka dengan pelaku, namun kedua saksi mengaku tidak mengenal pelaku. Kedua saksi pun tidak bisa menggambarkan pelaku berasal dari daerah mana setelah berbincang dengan pelaku.
"Logatnya juga mereka nggak tahu," pungkasnya.
(mei/ndr)











































