"Ini hanya perkelahian sekelompok orang. Seharusnya tidak ada masalah," ujar Wakil Dubes China untuk Indonesia Yang Ling Zhu.
Yang mengatakan itu usai bertemu Presiden PKS Tifatul Sembiring di Kedubes China, Jl Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2009).
Yang menuturkan, pemerintah China menutup masjid Urumqi di Provinsi Xinjiang untuk menghindari adanya kerusuhan. Penutupan juga atas permintaan imam-imam masjid.
"Bukan maksud pemerintah untuk menutup masjid tapi karena ada kerusuhan yang membuat para jamaahnya ketakutan hingga imam-imam masjid di sana yang meminta untuk ditutup sementara," jelas Yang dalam bahasa Inggris.
Yang menuding adanya campur tangan negara luar China yang menginginkan Xinjiang berpisah dari China. Namun dia tidak menyebutkan negara yang dimaksud.
Yang juga menengarai kerusuhan yang menyebabkan 184 orang meninggal itu terorganisir.
"Dengan jumlah sebanyak ini artinya ada orang yang mengorganisasikan. Kami punya bukti ini bentuk separatisme. Tujuannya ingin menggangu kestabilan di daerah ini," tegasnya.
Yang menuturkan kondisi di Xinjian kini telah kondusif. Pemerintah China juga telah memberikan kompensasi kepada korban sebesar 20 ribu Yuan per orang.
"Yang penting sekarang situasi di sana sudah terkendali dan sudah berjalan seperti biasa," tandasnya.
(nik/nrl)











































