Jakarta - Usai mendeklarasikan diri, Gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK (Cicak) menemui pimpinan KPK. Mereka menyampaikan hasil deklarasi dan ucapan dukungan bagi komisi antikorupsi tersebut.
"Kita mau ketemu pimpinan," kata peneliti ICW Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (15/7/2009).
Selain Febri, sejumlah tokoh yang turut hadir dalam pertemuan ini adalah Todung Mulya Lubis dan Teten Masduki dari Transparency International Indonesia (TII). Mereka membawa banner dan prasasti deklarasi dukungan yang bergambar cicak yang siap melawan buaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, gerakan cinta KPK ini sengaja dibentuk untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Mulanya, istilah cicak diambil dari pernyataan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Komjen Susno Duadji yang menggambarkan penyadap telepon genggamnya seperti binatang cicak yang tak berdaya melawan buaya yang diidentikkan sebagai Polri.
(mad/nrl)