Demikian disampaikan Kasat Reskrim Poltabes Samarinda Kompol Yusep Gunawan Sik ketika ditemui wartawan di kantornya,Selasa (14/7/2009).
"Pegawai bank yang kita periksa ada 6 orang," kata Yusep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kecurigaan bisa saja. Tapi kami masih memperkuat penyelidikan," ujar Yusep.
Saat dikonfirmasi, Bank Permata Cabang Samarinda dengan tegas membantah keterlibatan pegawainya dalam aksi kejahatan cyber. "Tidak, tidak ada keterlibatan orang kami. Polisi lebih tahu itu," kata Pejabat Sementara Kepala Cabang Bank Permata Samarinda Andrias Setyobudi kepada wartawan di kantornya, Jl Pangeran Diponegoro.
Penelusuran detikcom, melalui situs www.permatanet.com, pengamanan akses
internet banking menggunakan Secure Socket Layer (SSL) 128 bit yang diklaim sangat ketat. Untuk masuk layanan tersebut, nasabah harus memasukkan nomor TIN sebagai kode rahasia milik nasabah.
"Nasabah sangat kita protect. Hanya memang, nomor TIN yang kita berikan adalah TIN standar yang sebaiknya diubah segera secara berkala untuk menghindari penyalahgunaan," ujar Andrias.
Menurutnya, kejadian ini sudah dilaporkan ke kantor pusat Bank Permata di Jakarta dan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Diakui Andrias, 17 nomor TIN standar yang berhasil di-hack penjahat cyber, seluruhnya merupakan nasabah Bank Permata Cabang Samarinda.
Belum dipastikan tanggungjawab Bank untuk melakukan penggantian dana nasabahnya. "Ya,memang nasabah Samarinda. Soal dana nasabah yang dibobol, sudah ditangani manajemen," ungkap Andrias tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Sebelumnya diberitakan,pembobolan dana nasabah Bank Permata Cabang Samarinda mengakibatkan kerugian Rp 110 Juta. Untuk mengungkap aksi kejahatan cyber tersebut, Mabes Polri harus turun tangan.
(mok/mok)










































