"Tentang serangan pervirusan, kita bekerjasama dengan Menko Polhukam, Menhan, dan BIN untuk menyelidiki kemungkinannya," ujar Siti, saat berbincang dengan wartawan di rumahnya, Jalan Denpasar No 15, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2009).
Siti menjelaskan, serangan virus yang bertubi-tubi masuk ke Indonesia sudah sepatutnya diwaspadai. Sekalipun dari dulu selalu menjadi bahan tertawaan, Menurut Siti, sudah saatnya menjadi perhatian semua pihak.
"Kita tidak boleh menyepelekan kemungkinan itu sekali pun dari dulu selalu menjadi bahan tertawaan, kemungkinan itu ada di dunia ini, jangan ditertawakan," jelas Siti.
Untuk mendukung usahanya dalam memberantas virus, Siti akan segera membentuk satuan tugas khusus pendeteksi virus yang masuk ke Indonesia dan mencari solusi vaksinnya. Restu dari Menpan pun sudah dikantonginya.
"Saya akan punya direktorat survei khusus masalah virus. Pusat Surveillance yang akan punya akar kuat ke bawah. Sudah diijinkan Menpan, tinggal kita cari saja siapa-siapa di situ, menurut saya yang pernah berhubungan dengan virus," beber Siti.
Apakah ini berarti ada serangan senjata biologis ? "Saya tidak bisa menjawab mungkin karena saya belum mengetahui hasil pemeriksaan, saya juga tidak bisa menjawab tidak mungkin karena saya belum pernah membaca demikian. Tetapi itu juga bukan hal yang tidak mungkin," (van/mok)











































