Pencegahan H1N1 di Bandara Soekarno Hatta Kurang Maksimal

Pencegahan H1N1 di Bandara Soekarno Hatta Kurang Maksimal

- detikNews
Selasa, 14 Jul 2009 20:05 WIB
Pencegahan H1N1 di Bandara Soekarno Hatta Kurang Maksimal
Jakarta - Jer Basuki Mowo Beo (segala sesuatu butuh biaya), pepatah Jawa tersebut rasanya paling pas untuk menggambarkan realita Indonesia saat ini. Banyak program pemerintah yang kandas begitu saja akibat kurangnya dana dan sarana.
 
Salah satunya adalah pencegahan kasus H1N1 (flu babi) yang juga tersendat akibat faktor biaya. Bandara sebagai salah satu gerbang masuk bagi pelancong dan virus yang telah memakan banyak korban, ternyata kurang begitu mumpuni dalam menghalau flu tersebut.
 
Dari pantuan detikcom di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, di terminal D dan E kedatangan internasional (14/7/2009), mereka yang masuk ke Indonesia dari seluruh negara tidak diberi masker.
 
Hanya beberapa petugas saja yang menggunakan masker hijau tersebut. Sedangkan mereka yang datang, baik dari negara yang terjangkit maupun yang tidak, hanya diberikan kartu kuning yang harus mereka isi tentang data diri, nomor penerbangan dan tempat tinggal selama di Indonesia.
 
"Biar gampang melacak kalau suatu saat ada yang kena flu dari pesawat yang sama," ujar salah seorang petugas Depkes, Tri Setyani yang kala itu tengah sibuk mengumpulkan kartu kuning dari para turis.
 
Janji Menteri Kesehatan yang akan memberikan master kepada para pendatang dari negara yang terjangkit H1N1 pun dipertanyakan. "Kita baru sanggup memberi masker kepada para petugas yang melayani saja, untuk yang datang belum sanggup," ujar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan, Firdaus Yusuf Rusdhy saat dikonfirmasi detikcom.
 
Menurutnya, hal tersebut karena kurang tersedianya anggaran dari pemerintah.
 
"Tahun lalu, waktu mengajukan anggaran ke Menteri Keuangan, kan belum tahu kalau bakal ada kasus seperti ini," terang Firdaus.
 
Ia juga menambahkan, pencegahan kasus H1N1 tidak perlu seketat kasus H5N1 (flu burung), mengingat tingkat resiko kematian H1N1 rendah, sebesar 0,4 persen sedangkan H5N1 mencapai 80%.
 
"Kalau kita pakai cara H5N1, bisa bangkrut kita," tambah Firadaus.
 
Saat ini, di Bandara Soekarno Hatta memang ada fasilitas Body Cleaner (semprotan alkohol untuk steril dari virus), tapi hanya digunakan kepada penumpang apabila di dalam pesawat tersebut ada yang diduga terjangkit H1N1. Sedangkan dalam kasus H5N1, semua penumpang pesawat yang datang dari negara yang terjangkit diberikan semprotan body cleaner.
 
Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan mengingat masa inkubasi dari flu babi ini selama 3 hari. Jadi bisa saja ketika yang bersangkutan berangkat gejala belum tampak, namun begitu di Indonesia baru terjangkit.
 
Tentunya negara harus lebih memprioritaskan hal tersebut, meski resiko kematian yang dtimbulkan rendah. Namun kita tidak bisa menutup mata, di beberapa negara, virus ini cukup ampuh membunuh penderitanya.

(her/mok)


Berita Terkait