Kisah polisi bersalaman dengan perampok disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Chryshnanda di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2009).
Diceritakan Chryshnanda, mobil PT Cisco berisi 3 orang. Mereka yakni teller BNI Adi Johan, polisi Bripka Edi Purnawan, dan sopir Panther PT Certic Cisco. Mereka hendak membawa Rp 15 miliar ke BNI Pusat Jl, Sudirman, Jakarta Selatan.
Sesampai di Tol Latumenten, mobil Panther tersebut ditabrak oleh APV dan mengenai lampu belakang bagian kanan. Saat itu Bripka Edi Purnawan menyuruh sopir meminggirkan mobilnya. Ketika itu mobil APV berhenti di depan mobil Cisco. Namun tak lama kemudian, APV tersebut mundur kembali ke belakang.
"Bripka Edi turun bersama Adi Johan begitu juga penumpang APV. Antara saksi dan pelaku (penumpang APV yang ternyata perampok) sempat bersalaman. Pelaku minta maaf dan mereka sama-sama melihat bodi mobil PT Cisco yang ditabrak," cerita Chryshnanda.
Selanjutnya, tiba-tiba si penumpang APV memukul rahang Bripka Edi sampai terjatuh. "Sementara Adi Johan melarikan diri dan melapor ke Polsek Tambora. Pelaku memegang tangan Edi dan membawanya ke dalam mobil APV dengan ditutup kepalanya," jelas Chrysnanda kembali.
Sementara itu sopir PT Cisco dan mobilnya dibawa pelaku lain. (amd/iy)











































