Desakan kebutuhan ekonomi, menjadikan Hilman gelap mata hingga akhirnya membunuh korban. "Janji mau dikasih persenan, tapi tidak ditepati," kata Hilman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (14/7/2009).
Hilman digiring petugas ke Mapolda Metro Jaya bersama adiknya, Dayat. Hilman yang mengenakan baju kemeja berwarna cokelat itu tertunduk lesu saat tiba di Mapolda Metro Jaya.
Sumber di kepolisian mengatakan, Hilman membunuh Kun Surati (30) di kantornya di CV Karya Info Abadi, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2009). Hilman kesal karena janji order pekerjaan keluar kota tidak ditepati oleh korban.
Padahal, ayah empat anak ini harus membiayai anak dan istrinya. Hilman sendiri bekerja di kantor tersebut sebagai pekerja bangunan.
"Sedangkan Kun Surati di bagian administrasi," kata sumber. Dalam suatu kesempatan, Hilman mencoba meminta uang kepada Kun, namun tidak diberinya.
Hingga Hilman kalap dan akhirnya memukul korban kemudian mencekiknya. Untuk menghilangkan jejak, Hilman kemudian memasukkan korban ke dalam koper.
"Dia masukkin koper ke taksi itu dibantu adiknya," jelas sumber.
Dari Cilandak, koper tersebut diangkut dengan taksi ke terminal Kampung Rambutan. Dari situ, koper tersebut kemudian dimasukkan ke dalam bus Bahagia Utama jurusan Merak-Banjar di terminal Merak, Banten.
Koper itu sendiri ditemukan di terminal Banjar pada Minggu (12/7/2009). Koper tersebut dibawa bus jurusan Tasikmalaya-Cijulang, Ciamis.
(mei/ndr)











































