"So far tidak, sejauh ini kerjasama baik. Masa dari ribuan pengiriman yang berhasil, hanya karena satu kasus ini kita hentikan kontraknya. Ini lagi apes saja," kata Wakil Pemimpin Divisi Humas BNI Kantor Pusat, Ryan Kiryanto, di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2009).
Ryan mengatakan, pelayanan cabang tidak akan terganggu dan masyarakat tidak perlu panik. "Kita mengimbau pada seluruh cabang BNI untuk meningkatkan kewaspadaan. Misalnya, security ditambah dan petugas menggunakan senjata api," ujarnya.
Selain PT Certis Cisco, kata dia, BNI bekerja sama dengan 5 vendor lain yang untuk menangani keamanan. 5 Vendor itu adalah PT Kelola Jasa Artha, PT Security Kas Artha, PT Nawakara, PT Sectoor Indonesia, dan PT Swadarma Sarana Informatika.
Evaluasi
Dalam kesempatan terpisah, General Manager Operational BNI Hemawati, mengatakan BNI dan PT Certis Cisco telah bertemu.
"Kita sudah kumpul tadi pagi. Kita ingatkan lagi protabnya. Kita sudah evaluasi. Pada waktu kita seleksi tender, ada aspek teknis yang harus kita declares apa yang perlu kita penuhi. Misalnya apa yang harus dilakukan agar nanti asuransi bisa terbayar," papar dia.
Hemawati menambahkan kantor cabang BNI sudah diimbau untuk lebih waspada dan setiap prosedur harus sudah dilakukan. "Saat ini menunggu BAP dari kepolisian untuk klaim asuransi," kata Hemawati.
(aan/iy)











































