Demonstrasi yang diikuti sekitar 400 orang itu semula berlangsung damai di depan bekas gedung sekolah SMA Negeri 4 Siantar di Jl. Patimura, Siantar, sekitar 80 kilometer ibukota Sumut, Selasa (14/7/2009). Setelah itu, mereka memblokir jalan lintas Sumatera.
Saat memblokir jalan inilah, suasana menjadi runyam. Terjadi salin dorong dan bentrokan antara para demonstran dengan polisi. Akhirnya aparat kepolisian berhasil menghalau mereka dan menangkapi para pelaku unjuk rasa. Setidaknya ada enam orang yang ditahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keenam pelaku yang ditahan itu, menurut Manik, seorang guru, seorang siswa dan para warga yang turut menentang pemindahan sekolah tersebut.
Manik menyatakan, aksi demo terpaksa mereka lakukan karena sekolah mereka ditutup dan dipindahkan ke Jl. Gunung Sinabung. Selain ada masalah dalam tukar-guling tersebut, guru dan siswa juga menilai sarana yang tersedia di sekolah baru juga tidak memadai.
Menyusul penangkapan enam kawan-kawannya, seluruh pendemo kemudian mendatangi Mapolresta Siantar di Jl. Patuan Nagari, Siantar menuntut pelepasan enam rekan mereka. Pada Senin (13/7/2009) kemarin, para siswa juga melakukan unjuk rasa yang sama.
(rul/asy)











































