Perampokan itu dinilai memberikan efek bagi PT Certis Cisco. "Pastinya ada efeknya, karena nama kita keluar. Tetapi, kita tetap berpendirian bahwa ini sesuai prosedur pengamanan. Istilahnya, ini kecelakaan perampokan, bukan kami setting ," kata Manager Marketing Department PT Certis Cisco, Rini Indriani, kepada detikcom, di kantornya, Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Selasa (14/7/2009).
Menurut dia, aktivitas PT Certis Cisco masih berlangsung normal. "Hari ini masih beraktivitas. Untuk konfirmasi selanjutnya, kita minta dari kepolisian. Mohon maaf, penjelasannya sampai sini dulu," ujar Rini.
Pengamatan detikcom, karyawan PT Certis Cisco tetap bekerja seperti biasa. Pintu masuk perusahaan itu ditutup rapat. Jika ada kendaraan yang keluar masuk, seorang petugas keamanan baru membuka pintu itu.
Sedikitnya 15 orang pelamar kerja mendatangi PT Certis Cisco. Mereka akan melakukan interview.
Aksi perampokan terjadi pada Senin 13 Juli pukul 20.00 WIB. Saat itu mobil PT Certis Cisco yang mengangkut uang dari BNI cabang Bandara Soekarno-Hatta dirampok di tol bandara.
Pelaku membajak mobil tersebut dengan pura-pura menabrak kendaraan pengangkut uang tersebut, hingga kemudian pengendara mobil PT Cisco keluar dan dipukuli para perampok. Pelaku melepaskan polisi Bripda Edi Purnawan di tengah jalan. (aan/iy)











































