"Ada beberapa yang lain, Cisco salah satunya. Ada PT Kelola Jasa Artha, Sekuriti Kas Arta, PT Nawakara dan lain-lain," ujar Humas BNI, Intan Abdam, kepada detikcom, Selasa (14/7/2009).
Intan menjelaskan, BNI baru pertama kali mengalami kasus perampokan seperti ini. "Sepanjang ini baru sekali," kata Intan.
Intan enggan menjelaskan secara detil proses pengangkutan yang biasa PT Cisco lakukan untuk membawa uang milik BNI. Sebab menurutnya hal ini sudah masuk dalam materi penyidikan yang nantinya akan diberitahukan kepada kepolisian.
Apa BNI terbiasa menggunakan jasa pengangkutan untuk membawa uang sebanyak itu (Rp 15 miliar)? "Kalau untuk detilnya, ini penyidik polisi yang berhak. Saya tidak mau mengatakan. Kalau soal pengembangan, semua punya sistem, itu berkaitan dengan penyidikan," elaknya.
(anw/nrl)











































